Kalau kamu seorang yang suka ngomong di depan umum atau mahasiswa yang punya dasar organisasi yang baik, kamu dapat memanfaatkan kemampuan untuk memberikan training atau pelatihan kepada mahasiswa , anak sekolah, karyawan perusahaan dan masyarakat secara umum.

Untuk menjalankan usaha lembaga training, kamu tidak perlu memiliki latar belakang disiplin ilmu spikologi. Peluang yang bisa kamu manfaatkan yaitu pelatihan keorganisasian mahasiwa, misalnya pada masa orientasi ataupun pada masa pembentukan kabinet atau struktur pengurus baru sebuah organisasi bisa jadi momentum bagus untuk pelatihan leadership dan sejenisnya. Puluhan organisasi kemahasiswaan  dapat kamu jadikan  klien yang mendatangkan sumber finansial.

Beberapa hal yang dapat kamu ikuti ketika akan memulai usaha ini :

  • Carilah SDM yang menguasai dasar dasar training dan berkomunikasi dengan baik, semakin luwes pembawaannya semakin baik, karena ngomong di depan orang banyak tidak semudah yang di bayangkan, kan lucu juga kalau memberikan training tapi ngomongnya terbat bata.
  • Siapkan tempat yang menjadi pusat kegiatan training, kalau belum punya tempat sendiri, bisa bekerja sama dengan hotel karena biasanya di hotel telah disediakn tempat yang luas untuk tempat pertemuan dan juga training.
  • Termasuk juga bekerja sama dengan tempat tempat outbond sebagai salah satu sarana training, semain menarik agenda yang anda buat, semakin banyak juga peserta training yang ikut. Dan pastinya anda mempersiapkan modal awal yang harus anda perhitungan yang baik.
  • Dalam memberikan training anda juga perlu siapkan program program training yang memang sedang dibutuhkan, pastinya tidak selalu sama karena latar belakang yang berbeda pula.
  • Yang takk kalah penting juga anda perlu jalin kerjasama dengan klien klien yang membutuhkan training seperti perusahaan, sekolah dan kampus.

Ketika menjalankan usaha ini , ada beberapa hambatan yang bisa saja anda temui, di antaranya:

  • Training sebagai upaya dan peningkatan potensi diri yang sementara. Tindak lanjut dari hasil training adalah tanggung jawab klien itu sendiri.
  • Kecenderungan negatif terhadap upaya pengembangan diri, biasanya setelah pulang dari training peserta ini tidak menerapkan ilmu ilmu yang telah di berikan saat training.
  • Ini bukan salah anda, namun peserta sendiri. Jadi saat training anda perlu menanamkan kepada peserta agar mau mengaplikasikan ilmu ilmu baru yang di dapat selama training.
  • Ya meskipun belum semua klien memahami pentingnya arti peningkatan SDM dan tidak menjadikan training sebagai program tetap mereka. Untuk itu anda harus memiliki SDM yang kompeten yang  dilatih dalam program “Sekolah Trainer” misalnya.

Berikut beberapa strategi yang dapat kamu terapkan dalam usahamu dibidang training ini  :

  • Anda perlu membuat kartu nama untuk memperkenalkan diri kepada banyak orang, ini penting karena jika ada yang membutuhkan training mereka masih enyimpan kartu nama anda.
  • Kalau hanya perkenalan saja pastinya mereka tidak ingat anda. Buatlah juga  brosur sebagai sarana promosi, bisa di sebar di tempat keramaian atau berikan pada kantor kantor yang ada potensi untuk mengadakan training dalam upaya peningkatan sumber daya manusia.
  • Lakukan setrategi “jemput bola” pada klien yang menggunakan jasa training, sudah tidak jamannya lagi hanya menunggu di kantor, anda akan kalah dengan jasa jasa training yang lain yang lebih agresif.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *